BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Saturday, January 30, 2010

Kebiasaan Kebiasaan Perilaku Manusia

Kebiasaan mencari kesalahan orang lain - berolok olok
Posted on November 30th, 2008 in Kebiasaan Manusia jiwa, sifat

Sering kali kita dalam kehidupan sehari-hari terlibat dalam pembicaraan santai dengan teman-teman kita. Tanpa disadari semua masalah bisa kita bicarakan, kita bahas mulai dari yang ringan-ringan dan humor sampai dengan yang membutuhkan konsentrasi.

Bahkan tanpa disadari juga oleh kita semua pembicaraan itu mulai mengarah kepada membicarakan kawan sampai dengan lawan.

Dan fatalnya lagi pada saat object yang sedang kita bicarakan adalah orang yang tidak kita sukai maka yang terjadi adalah pembicaraan dengan rasa kebencian. Kalau pembicaraan sudah mengarah kesana maka bisa kita tebak bersama bahwa biasanya kita dengan tidak segan-segan akan mencari-cari kejelekan, kelemahan, keburukan dari object tersebut.

Apabila sudah pada keadaan seperti ini kita biasanya juga dengan sengaja kita mengolok-olok mereka. Hal ini sepertinya biasa saja karena hal ini sudah menjadi suatu hal yang lumrah. Tapi ingat! Bahwa ini merupakan cikal bakal dari suatu penyakit yang akan berkembang menjadi beberapa penyakit jiwa.

Coba kita mulai renungkan bersama, dimulai dari kebiasaan membicarakan orang dengan mencari-cari kesalahan orang lain maka efeknya terhadap jiwa akan akan seperti berikut ini :

a. Merasa dirinya paling benar

b. Merasa orang lain hina, bodoh, jelek

c. Menjadikan dirinya sombong, bangga diri

d. Menjadikan dirinya jiwa pendendam


Dari satu kebiasaan yang tidak kita sadari tapi kita pupuk dengan subur didalam jiwa kita sehingga menjadikan pekerjaan itu suatu kebiasaan yang menyenangkan maka tanpa kita sadari paling tidak ada 4 penyakit jiwa yang siap menghantam kita. Coba kita pikirkan dan renungkan….apakah benar seperti itu..?!

Bukankah jika kita yang mencari-cari kesalahan orang lain itu, pasti mencari informasinya tentang hal yang buruk-buruk..? kalau jawabannya ya, itu sudah pasti. Berarti kita sudah menganggap diri kita yang paling benar. Menganggap diri kita yang tidak ada cela. Dengan begitu kita juga menganggap orang lain itu hina, bodoh, jelek. Maka coba kita perhatikan lagi, pada saat itu terjadi apa yang terjadi pada diri kita..? pada saat itu timbul rasa sombong kita, rasa bangga diri kita….. Inilah kita, begitu kiranya yang ada dalam benak kita sambil membusungkan dada atau menarik nafas yang dalam yang mengandung arti kepuasan. Bersamaan dengan itu tanpa kita sadari kita telah mendidik jiwa kita sebagai jiwa yang sombong, pendendam atau tidak pemaaf.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.